Sabtu, 6 Juni 2026
Logo Ngopeni Nglakoni Jateng
Beranda/Berita/Ahmad Luthfi Antarkan Jawa Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi dari Kemendagri
Pemerintahan & Politik

Ahmad Luthfi Antarkan Jawa Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi dari Kemendagri

04 Juni 2026Oleh: Humas Jateng5 Menit baca
Ahmad Luthfi Antarkan Jawa Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi dari Kemendagri

YOGYAKARTA — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan sebagai salah satu pemerintah daerah berprestasi untuk kategori Pengendalian Inflasi Terbaik, berdampingan dengan Provinsi Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diterima Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dalam acara Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026, di Yogyakarta Marriott, Kamis (4/6/2026) malam.

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Keberhasilan

Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan, penghargaan tersebut melecut semangat pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di wilayahnya. Sebab, pemerintah provinsi tidak dapat berdiri sendiri tanpa keterlibatan bupati/wali kota, bahkan hingga pemerintah desa.

Pengendalian inflasi, kata dia, sangatlah penting agar kebutuhan dan daya beli masyarakat tercukupi — baik dalam hal ketersediaan bahan pokok penting maupun keterjangkauan harga di pasar.

Karenanya, kolaborasi dengan berbagai pihak perlu terus diperkuat, meliputi:

  • Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai ujung tombak distribusi barang pokok.
  • Pemerintah Kabupaten/Kota dalam koordinasi stok dan harga pangan daerah.
  • Pemerintah Desa sebagai garda terdepan pemantauan ketersediaan pangan.
  • Perbankan daerah dalam mendukung pembiayaan distribusi dan UMKM pangan.

“Misalnya bawang merah kita distribusikan, cabai bisa kita distribusikan, sehingga keterjangkauan ini menjadi penting, inflasi bisa kita tekan,” ungkap Luthfi.

Daerah Kabupaten/Kota Jateng Juga Berprestasi

Selain Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, beberapa pemerintah kabupaten/kota turut mendapatkan penghargaan bergengsi dalam ajang yang sama:

  • Kota Semarang — Terbaik III tingkat Kota, kategori Penurunan Stunting.
  • Kabupaten Sukoharjo — Terbaik II tingkat Kabupaten, kategori Pengendalian Inflasi.
  • Kota Magelang — Terbaik I tingkat Kota, kategori Penurunan Tingkat Pengangguran.
  • Kota Surakarta — Terbaik II tingkat Kota, kategori Penurunan Tingkat Pengangguran.

Mendagri: Apresiasi untuk Dorong Inovasi Daerah

Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian menjelaskan, apresiasi pemerintah daerah pada gelombang pertama ini mencakup empat kategori penilaian. Dari setiap kategori, dewan juri menghasilkan nilai akhir dengan selisih yang sangat tipis.

“Masih banyak kepala daerah yang memiliki kinerja baik dan membawa daerahnya meraih prestasi. Ini perlu diangkat bahwa banyak pemimpin-pemimpin yang juga bagus,” kata Tito.

Pemerintah sengaja menggelar apresiasi berbasis skema regional, agar daerah dengan kapasitas fiskal lebih kecil tetap dapat menunjukkan inovasi dan capaian terbaiknya secara setara.

Penghargaan Jadi Titik Awal, Bukan Garis Akhir

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago menilai, capaian para daerah penerima penghargaan menunjukkan kemajuan yang relatif merata. Selisih nilai antarpemenang tidak terpaut jauh.

Djamari mengingatkan, penghargaan ini bukan garis akhir, melainkan titik awal untuk mempertahankan dan meningkatkan berbagai capaian yang telah diraih demi kesejahteraan masyarakat.

Bagikan artikel ini ke masyarakat:
Kembali ke Arsip
Advertisement / Iklan Sponsor
GOOGLE ADSENSE PLACEHOLDERIklan Anda akan tayang secara otomatis di sini setelah persetujuan Google AdSense.